PSS Kembali Masuk Daftar Sanksi FIFA

Bagikan

PSS kembali masuk ke dalam daftar sanksi FIFA per 11 November 2024 kemarin. Ini berarti, bisa jadi mereka menghadapi hukuman tidak boleh melakukan transfer untuk tiga periode bursa transfer mendatang.

Hanya Kesalahan Sistem

Seperti yang diketahui, pada April 2024 lalu, PSS juga sempat mendapat sanksi yang serupa. Saat itu, klub yang bermarkas di Sleman itu mendapat hukuman tersebut karena terlibat masalah pemutusan kerja dengan eks pelatih mereka, Marian Mihail. Namun, PSS sudah menyelesaikan permasalahan tersebut dan FIFA bahkan sudah menghapus PSS dari daftar tersebut pada 21 Mei 2024.

Namun, berdasarkan update FIFA pada 11 November 2024 lalu, nama PSS kembali masuk ke dalam daftar sanksi. Lantas, apakah ada masalah baru yang membelit klub berjuluk Super Elang Jawa itu baru-baru ini dan diketahui media? Soal itu, Presiden Direktur PSS, Gusti Randa, memberikan komentarnya. Pria asal Jakarta itu menanggapi dengan santai daftar tersebut.

PSS Kembali Masuk Daftar Sanksi FIFA
Presiden Direktur PSS, Gusti Randa.

 

“Enggak, itu belum diupdate saja dari FIFA. Nanti saja akan kami umumkan di media resmi kami. Intinya, masalah kami sebelumnya sudah selesai dan tidak ada masalah baru. Tunggu saja pengumuman resmi dari kami. Jadi ya biarin saja akun-akun yang ngangkat soal isu itu,” ujar Randa.

Lebih Fokus untuk Latihan

PSS Kembali Masuk Daftar Sanksi FIFA
Pelatih kepala PSS, Mazola Junior.

 

Saat ditanya mengenai hal ini kepada pelatih kepala PSS, Mazola Junior, dia mengaku terkejut dan tidak mengetahui mengenai hal tersebut. “Loh, saya kira sebelumnya masalah ini sudah diurus oleh klub ‘kan? Lagipula, dibandingkan mengurus hal seperti itu, saya lebih memilih untuk fokus menggeber latihan anak asuh saya,” ujar Mazola.

Memang, PSS saat ini sedang memanfaatkan jeda internasional untuk melakukan pelatihan keras. Ini agar performa klub asal Sleman ini bisa menjadi lebih baik. “Materi latihan masih sama seperti sebelumnya. Tentu saja persiapan yang kami lakukan secara kualitas harus lebih baik dari pekan sebelumnya. Apalagi, intensitas latihan meningkat tajam. Intensitas latihan seketat itu diperlukan untuk persiapan menghadapi jadwal padat setelah jeda internasional dengan tujuh laga dalam 35 hari. Jadi setiap pemain harus siap diturunkan karena hal ini menjadi antisipasi apabila terjadi hal krusial terjadi,” pungkas Mazola.

Simak informasi sepak bola Liga 1 2024-2025 terbaru secara lengkap di shotsgoal.com.

Related Posts

Borneo FC Hadapi Persib Dalam Duel Perebutan Puncak Klasemen

Pertandingan tunda pekan ke-21 BRI Super League akan mempertemukan Borneo FC dan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (15/03/2026) malam WIB. Duel ini diprediksi sengit karena kedua tim bersaing…

John Herdman Disarankan Panggil Ezra Walian ke Timnas Indonesia

Nama Ezra Walian kembali mencuat jelang digelarnya FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada 27-30 Maret. Penyerang Persik Kediri ini dianggap sebagai pemain kunci yang bisa masuk dalam starting XI,…

You Missed

Borneo FC Hadapi Persib Dalam Duel Perebutan Puncak Klasemen

Borneo FC Hadapi Persib Dalam Duel Perebutan Puncak Klasemen

John Herdman Disarankan Panggil Ezra Walian ke Timnas Indonesia

John Herdman Disarankan Panggil Ezra Walian ke Timnas Indonesia

Toni Firmansyah Selamatkan Persebaya dengan Posisi Baru di BRI Super League

  • By Dhiraj
  • March 4, 2026
  • 38 views
Toni Firmansyah Selamatkan Persebaya dengan Posisi Baru di BRI Super League

Pelatih Dewa United Kritik Tim Meski Menang di Derbi Banten

  • By M.Rangga
  • February 27, 2026
  • 25 views
Pelatih Dewa United Kritik Tim Meski Menang di Derbi Banten

Rahmat Hidayat Pulih Setelah Kolaps di Tengah Pertandingan

  • By M.Rangga
  • February 22, 2026
  • 25 views
Rahmat Hidayat Pulih Setelah Kolaps di Tengah Pertandingan

Persib Dibantai Ratchaburi FC dan Hodak Minta Maaf ke Bobotoh

  • By M.Rangga
  • February 12, 2026
  • 24 views
Persib Dibantai Ratchaburi FC dan Hodak Minta Maaf ke Bobotoh