Mengapa Stadion Kanjuruhan Masih Angker bagi Arema FC? Tren Negatif yang Jadi Tanda Tanya Besar

Bagikan

Arema FC kembali menjadi sorotan karena performa kandang yang belum konsisten sepanjang musim. Meski dikenal kuat saat tampil di hadapan Aremania, Singo Edan justru kerap terpeleset ketika bermain di Stadion Kanjuruhan. Kondisi ini kontras dengan performa tandang yang justru berkembang jauh lebih solid dan disiplin.

Mengapa-Stadion-Kanjuruhan-Masih-Angker-bagi-Arema-FC-Tren-Negatif-yang-Jadi-Tanda-Tanya-Besar

Hingga memasuki akhir tahun, Arema tercatat menjalani tujuh laga tandang tanpa sekalipun menelan kekalahan. Dua kemenangan dan lima hasil imbang menunjukkan kemampuan tim untuk tampil tenang dan efektif saat jauh dari Malang. Namun, di kandang sendiri, Arema justru menelan empat kekalahan dan baru mengemas dua kemenangan.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Inkonsistensi ini membuat Arema terpaku di peringkat ke-10 dengan 17 poin, hasil yang dianggap kurang ideal bagi tim sekelas Singo Edan. Dukungan publik yang seharusnya menjadi energi tambahan tak mampu mendorong performa tim. Pertanyaan besar pun muncul: apa sebenarnya yang membuat Kanjuruhan seperti tidak lagi ramah bagi Arema?

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Alfarizi Angkat Bicara soal Penyebab Penurunan

Kapten Arema FC, Ahmad Alfarizi, mengaku bingung dengan anomali performa tim di kandang. Ia menegaskan bahwa semangat, motivasi, dan upaya para pemain tak pernah berkurang. Namun, hasil di lapangan tidak mencerminkan kerja keras tersebut. Apa yang terjadi di laga kandang kerap berbeda dengan apa yang tim rasakan.

Alfarizi menilai kekuatan lawan turut memengaruhi hasil negatif yang diperoleh. Dalam empat laga kandang terakhir, Arema harus berhadapan dengan tim besar seperti Dewa United, Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta. Keseluruhan lawan memiliki kedalaman skuad dan konsistensi yang kuat sepanjang musim.

Selain itu, faktor keberuntungan disebut pemain berusia 35 tahun tersebut ikut berperan. Ada momen di mana peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, atau kesalahan kecil berujung fatal. Meski demikian, ia memastikan seluruh pemain selalu tampil total demi mempersembahkan kemenangan bagi Aremania.

Baca Juga: Finishing Lemah Jadi Biang Kekalahan Persib, Kritik Tajam dari Bojan Hodak

Dampak Penurunan Penonton di Kanjuruhan

Dampak-Penurunan-Penonton-di-Kanjuruhan

Turunnya jumlah penonton dalam beberapa laga kandang turut memperburuk suasana. Dalam beberapa pertandingan terakhir, hanya laga kontra Persija Jakarta yang mampu menarik 10 ribu penonton. Pertandingan lainnya berlangsung dengan tribun yang jauh lebih sepi, hanya dihadiri sekitar seribuan Aremania.

Fenomena ini memicu kekhawatiran bahwa dukungan suporter mulai meredup seiring performa tim di kandang yang tidak stabil. Suasana stadion yang kurang bergairah tentu memengaruhi psikologis pemain. Mereka kehilangan tekanan positif yang biasanya membantu membangun ritme permainan.

Meski begitu, manajemen dan pelatih berharap situasi ini bisa segera membaik. Kehadiran suporter dalam jumlah besar dianggap sangat penting untuk mengembalikan mental bertanding di Kanjuruhan. Arema membutuhkan dorongan ekstra agar tidak terus terpeleset di rumah sendiri.

Kesempatan Bangkit dalam Dua Laga Kandang Desember

Memasuki bulan Desember, peluang Arema untuk memperbaiki rekor kandang cukup terbuka. Mereka dijadwalkan menjamu Madura United dan Persita Tangerang, dua tim yang kualitasnya relatif seimbang dengan Arema. Laga-laga ini dianggap sebagai momen kebangkitan Singo Edan.

Secara matematis, potensi meraih enam poin penuh masih sangat realistis. Jika Arema mampu membawa stabilitas permainan seperti saat tampil tandang, peluang meraih kemenangan terbuka lebar. Tim diyakini dapat tampil lebih percaya diri menghadapi lawan yang tidak sekuat tim besar sebelumnya.

Saat ini, Madura United berada di peringkat ke-13 dengan 13 poin, sementara Persita berada di posisi ketujuh dengan 19 poin. Jika Arema berhasil menang di dua laga tersebut, mereka berpeluang naik ke papan tengah klasemen. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik performa kandang Singo Edan. Simak terus pembahasan sepak bola Indonesia terupdate lainnya hanya di liga1indonesia.id.

Related Posts

Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 Akhiri Kasus dengan Damai

Bagikan

Dewa United U-20 akhirnya membatalkan rencana untuk membawa kasus kekerasan dalam pertandingan ke ranah hukum. Keputusan ini diambil setelah proses mediasi dengan Bhayangkara FC U-20 yang berlangsung secara kekeluargaan di…

Persita Tangerang Incar Kebangkitan Usai Puasa Gol di Tiga Laga Terakhir

Bagikan

Persita Tangerang akan menghadapi ujian penting saat menjamu Bali United pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Banten International Stadium (BIS), Kamis (23/4/2026), dan menjadi…

You Missed

Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 Akhiri Kasus dengan Damai

Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 Akhiri Kasus dengan Damai

Persita Tangerang Incar Kebangkitan Usai Puasa Gol di Tiga Laga Terakhir

Persita Tangerang Incar Kebangkitan Usai Puasa Gol di Tiga Laga Terakhir

Borneo FC Hadapi Persib Dalam Duel Perebutan Puncak Klasemen

Borneo FC Hadapi Persib Dalam Duel Perebutan Puncak Klasemen

John Herdman Disarankan Panggil Ezra Walian ke Timnas Indonesia

John Herdman Disarankan Panggil Ezra Walian ke Timnas Indonesia

Toni Firmansyah Selamatkan Persebaya dengan Posisi Baru di BRI Super League

  • By Dhiraj
  • March 4, 2026
  • 150 views
Toni Firmansyah Selamatkan Persebaya dengan Posisi Baru di BRI Super League

Pelatih Dewa United Kritik Tim Meski Menang di Derbi Banten

  • By M.Rangga
  • February 27, 2026
  • 113 views
Pelatih Dewa United Kritik Tim Meski Menang di Derbi Banten