Rahmat Hidayat Pulih Setelah Kolaps di Tengah Pertandingan
Pertandingan pekan ke-22 BRI Super League antara Persijap Jepara dan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu malam, berubah menjadi momen menegangkan. Bek muda Persijap, Rahmat Hidayat, tiba-tiba terjatuh di tengah lapangan saat timnya mencoba membangun serangan.

Rahmat yang tampil sebagai starter tampak melambaikan tangan sebelum akhirnya kolaps. Tim medis dengan cepat masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Situasi sempat membuat suasana stadion hening karena para pemain dan penonton khawatir dengan kondisi sang bek.
Setelah mendapat penanganan awal, Rahmat langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia kemudian digantikan oleh Buyung Ismu pada menit ke-67. Insiden tersebut menjadi perhatian utama sepanjang sisa pertandingan.
Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!
Diagnosis Hipoglikemia dan Hipokalemia
Manajemen Persijap kemudian memberikan kabar resmi mengenai kondisi Rahmat. Ia didiagnosis mengalami hipoglikemia dan hipokalemia. Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah normal, biasanya di bawah 70 mg/dL. Padahal, glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh, terutama otak.
Jika kadar gula darah turun drastis, seseorang bisa mengalami pusing, lemas, gemetar, hingga kehilangan kesadaran. Kondisi ini tidak hanya dialami penderita diabetes, tetapi juga bisa terjadi akibat kurang asupan makanan, kelelahan, atau aktivitas fisik berat tanpa nutrisi cukup.
Sementara itu, hipokalemia adalah kondisi ketika kadar kalium dalam darah lebih rendah dari 3,5 mmol/L. Kalium sangat penting untuk menjaga fungsi otot, saraf, dan irama jantung. Kekurangan kalium dapat menyebabkan gangguan otot dan bahkan memicu gangguan irama jantung.
Baca Juga: Persib Dibantai Ratchaburi FC dan Hodak Minta Maaf ke Bobotoh
Penjelasan Dokter dan Kondisi Terkini

Dokter tim Persijap, dr. Ary Setiawan, menjelaskan bahwa Rahmat sempat mengalami black out di lapangan. Tim medis segera melakukan pemeriksaan jantung dan saturasi oksigen sebelum membawanya ke rumah sakit. Hasil awal menunjukkan adanya perbaikan setelah mendapat penanganan intensif.
Menurut dr. Ary, Rahmat akan terus dipantau selama 24 jam untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut. Evaluasi lanjutan dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan kondisi yang lebih serius. Pihak klub juga memastikan pemain berusia 23 tahun itu dalam pengawasan medis yang ketat.
Penanganan cepat dari tim medis di lapangan mendapat apresiasi banyak pihak. Respons sigap tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih berbahaya, terutama mengingat gangguan gula darah dan kalium bisa berdampak pada fungsi jantung.
Pentingnya Asupan dan Pemantauan Kesehatan Atlet
Insiden yang dialami Rahmat menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi fisik dan asupan nutrisi atlet profesional. Jadwal pertandingan yang padat serta intensitas latihan tinggi menuntut keseimbangan energi yang optimal. Kekurangan nutrisi atau cairan bisa berdampak serius bagi performa dan kesehatan.
Klub biasanya memiliki tim medis dan ahli gizi untuk memastikan pemain mendapat asupan yang tepat. Namun, kondisi tertentu seperti kelelahan ekstrem atau perubahan metabolisme tetap bisa terjadi. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran pemain.
Persijap berharap Rahmat segera pulih dan kembali merumput setelah mendapat izin medis. Insiden ini juga menjadi pelajaran bahwa keselamatan pemain adalah prioritas utama, di atas hasil pertandingan apa pun. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola Indonesia menarik lainnya hanya di liga1indonesia.id.