Apa yang Terjadi Dengan Pengusaha Indonesia di Oxford United?
Terkait perubahan status kepemilikan saham di Oxford United, nama pengusaha Indonesia Anindya Bakrie dihapus dari daftar orang berpengaruh.
Perubahan ini memunculkan pertanyaan tentang investasi Indonesia di klub tersebut dan dampaknya terhadap pemain Indonesia yang bermain di sana. Simak terus informasi terkini dari sepak bola, yang pastinya telah kami rangkum di LIGA 1 INDONESIA.
Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!
Latar Belakang Oxford United dan Investasi Indonesia
Oxford United Football Club memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1893 dan mengalami perubahan nama pada tahun 1960. Klub ini mencapai puncak kesuksesan dengan memenangkan Piala Liga Sepak Bola pada tahun 1986 dan promosi ke divisi-divisi yang lebih tinggi. Meskipun kemudian menghadapi degradasi dan masalah keuangan.
Investasi dari pengusaha Indonesia, Anindya Bakrie dan Erick Thohir, menandai babak penting bagi klub. Memengaruhi dinamika operasional dan perekrutan pemain dari Indonesia. Pada September 2022, Anindya Bakrie dan Erick Thohir mengakuisisi 51% saham di Oxford United. Menandai investasi signifikan yang bertujuan untuk meningkatkan pengembangan klub.
Namun, pada Maret 2025, Bakrie dan Horst Geicke dihapus dari daftar ‘orang dengan kendali signifikan’ di Companies House. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang status kepemilikan saham mereka. CEO Tim Williams mengklarifikasi bahwa perubahan ini adalah rutin dan terkait dengan persentase kepemilikan. Serta meyakinkan penggemar bahwa operasional klub tidak akan terpengaruh.
Baca Juga: Persib Bandung Kokoh di Puncak, Del Pino Tegaskan Harus Waspada!
Nasib Pemain Timnas Indonesia di Oxford United
Perubahan dalam daftar pemegang saham Oxford United memunculkan pertanyaan mengenai nasib pemain Indonesia yang saat ini bermain untuk klub tersebut, yaitu Marselino Ferdinan dan Ole Romeny. Marselino bergabung dengan Oxford United pada bursa transfer musim panas setelah meninggalkan KMSK Deinze.
Sementara itu, Ole Romeny, yang dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia pada Februari 2025. Datang pada Januari 2025 dengan biaya transfer termahal dalam sejarah klub. Kehadiran kedua pemain Indonesia ini di Oxford United tidak lepas dari investasi yang dilakukan oleh Anindya Bakrie dan Erick Thohir, yang sebelumnya memegang 51% saham klub.
Dengan berkurangnya kepemilikan saham Anindya Bakrie, muncul kekhawatiran apakah hal ini akan berdampak pada kesempatan bermain dan dukungan terhadap pemain Indonesia di klub. Perlu dicatat bahwa CEO Oxford United, Tim Williams, telah memberikan jaminan bahwa perubahan ini tidak akan berdampak besar pada operasional klub.
Penghapusan Nama Anindya Bakrie dari Daftar Orang Berpengaruh
Pada akhir Maret 2025, nama Anindya Bakrie dan Horst Geicke tidak lagi tercatat sebagai ‘persons with significant control’ (PSC) di Oxford United. Sebagaimana terungkap dalam dokumen terbaru yang diterbitkan. Perubahan ini berarti bahwa mereka tidak lagi memiliki kendali signifikan atas klub berdasarkan definisi Companies House. Dengan mensyaratkan kepemilikan lebih dari 25% saham untuk masuk dalam daftar PSC.
Penghapusan ini memicu pertanyaan mengenai implikasi terhadap kepemilikan saham mereka dan potensi perubahan dalam arah klub. Penting untuk dicatat bahwa penghapusan dari daftar PSC tidak secara otomatis berarti bahwa Anindya Bakrie dan Horst Geicke tidak lagi memiliki saham di Oxford United.
Hal ini hanya menunjukkan bahwa kepemilikan saham mereka saat ini berada di bawah ambang batas 25,1% yang diperlukan untuk dianggap sebagai PSC. Perubahan ini mungkin disebabkan oleh restrukturisasi kepemilikan saham atau penambahan investor baru ke dalam klub.
Komitmen Terhadap Pengembangan Pemain Muda
Oxford United memiliki sejarah dalam mengembangkan pemain muda dan memberikan kesempatan kepada pemain dari berbagai latar belakang. Klub ini berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi semua pemain, tanpa memandang kewarganegaraan mereka. Dengan adanya investasi dari Indonesia, diharapkan bahwa Oxford United akan terus menjadi tempat bagi pemain Indonesia untuk mengasah kemampuan mereka dan mencapai potensi maksimal.