Mauro Zijlstra Tinggalkan Eredivisie dan Sambut Tantangan di Liga Indonesia
Mauro Zijlstra resmi bergabung dengan Persija Jakarta pada Rabu (4/2/2026) siang WIB. Striker muda ini diikat kontrak selama 2,5 musim dan langsung menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia.

Kehadirannya tidak hanya menambah opsi lini depan, tapi juga menjadi simbol komitmen Persija membangun tim kompetitif untuk beberapa musim ke depan. Zijlstra baru berusia 21 tahun dan memiliki pengalaman bermain di tim muda Volendam hingga naik ke tim utama di Eredivisie. Pilihannya meninggalkan sepak bola Belanda dan beralih ke Liga Indonesia tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat Eredivisie termasuk salah satu kompetisi papan atas Eropa.
Keputusan ini memunculkan pertanyaan: apakah langkah Mauro tepat bagi perkembangan kariernya? Pakar sepak bola nasional, Supriyono Prima, menilai keputusan tersebut bisa dimaklumi karena memberi kesempatan Zijlstra bermain lebih banyak di level senior dan menyiapkan panggung untuk membela Timnas Indonesia U-22.
Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!
Kesempatan Bermain Jadi Faktor Utama
Menurut Supriyono Prima, alasan utama Zijlstra pindah ke Liga Indonesia adalah kesempatan bermain yang lebih banyak. Di Eredivisie, meski tampil di tim muda Volendam dengan catatan produktif, ia sulit menembus tim utama.
“Kalau kita berpikir usianya masih muda, kemudian ia mengambil keputusan bermain di Super League, saya kira ada persaingan di klub lamanya yang membuat ia tidak mendapatkan jam terbang,” jelas Supriyono dalam podcast Liputan6. Kesempatan bermain menjadi kunci untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman.
Supriyono juga mencontohkan Philippe Coutinho. Pemain Brasil itu pernah bersinar di Inter Milan dan Liverpool, tetapi mengalami keterbatasan menit bermain saat pindah ke Barcelona. Ia menilai Zijlstra mungkin menghadapi situasi serupa di Eredivisie. Karena itu, pindah ke Indonesia bisa memberinya kesempatan bermain secara konsisten dan menonjol di kancah internasional.
Baca Juga: Arema FC Persembahkan Kemenangan untuk Almarhum Kuncoro dan Aremania
Perjalanan Karier Sebelum Persija

Mauro Zijlstra lahir pada 9 November 2004 dan memulai kiprahnya di akademi AZ Alkmaar. Ia kemudian bergabung dengan AFC Youth U-17 hingga U-18 sebelum pindah ke NEC Nijmegen U-21 pada 2022.
Musim 2024/2025, Zijlstra memperkuat Volendam U-21 dengan mencetak 17 gol dan tujuh assist dari 21 laga, rata-rata 0,8 gol per pertandingan. Namun, ia kesulitan menembus tim utama Volendam. Dari 21 laga tim senior, Zijlstra hanya duduk di bangku cadangan enam kali dan belum bermain satu menit pun.
Debut singkatnya di tim senior terjadi pada Januari 2025 melawan FC Eindhoven, bermain dua menit sebelum disusul lima laga lainnya dengan total 138 menit. Kondisi ini memperkuat alasan Zijlstra mencari klub yang bisa memberinya waktu bermain lebih banyak dan kesempatan mengembangkan kariernya.
Harapan dan Tantangan di Liga Indonesia
Dengan bergabung ke Persija, Zijlstra diharapkan menjadi jenderal lini depan yang bisa meningkatkan produktivitas tim. Kecepatan adaptasi, tekanan bermain di luar negeri, dan ekspektasi suporter menjadi tantangan utamanya.
Pengamat menilai langkah ini juga strategis untuk peluang membela Timnas Indonesia U-22, karena tampil reguler di klub domestik akan memudahkan perhatian pelatih nasional. Zijlstra memiliki kesempatan besar untuk menjadi wajah baru sepak bola Indonesia, sambil menunjukkan kualitasnya di level senior.
Meski meninggalkan Eropa di usia muda terkesan berisiko, keputusan ini bisa membuka jalan bagi karier Zijlstra jika mampu menunjukkan konsistensi dan performa apik. Persija pun mendapatkan tambahan pemain muda berbakat yang siap menjadi andalan di lini depan dalam beberapa musim ke depan. Simak terus pembahasan sepak bola Indonesia terupdate lainnya hanya di liga1indonesia.id.