Persib Bandung Bangkit dari Awal Musim yang Goyah hingga Jadi Juara Paruh Musim
Persib Bandung menutup paruh musim BRI Super League 2025/2026 sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 38 poin dari 17 pertandingan. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di LIGA 1 INDONESIA.

Kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta pada pekan ke-17 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api mempertegas posisi Maung Bandung di puncak klasemen dan menutup putaran pertama dengan catatan positif.
Meski demikian, perjalanan Persib tidak selalu mulus. Tim asuhan Bojan Hodak sempat goyah pada awal kompetisi, memunculkan keraguan di kalangan suporter. Setelah kemenangan meyakinkan 2-0 atas Semen Padang pada laga pembuka, ekspektasi tinggi sempat terhenti. Kekalahan 1-2 dari Persijap Jepara dan hasil imbang 1-1 kontra PSIM Yogyakarta menunjukkan tim belum menemukan konsistensi yang stabil.
Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!
Persib sempat bangkit lewat dua kemenangan beruntun atas Persebaya Surabaya 1-0 dan Arema FC 2-1. Namun tekanan kembali muncul setelah kalah 1-2 dari Persita Tangerang. Ketidakstabilan ini memaksa manajemen dan pelatih untuk mengevaluasi strategi dan pola permainan agar bisa bersaing di papan atas secara konsisten.
Peran Lini Pertahanan dalam Kebangkitan
Kebangkitan Persib tak lepas dari solidnya lini belakang. Hingga pekan ke-17, tim hanya kebobolan 11 gol, menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terbaik di liga. Konsistensi ini menjadi fondasi utama bagi Maung Bandung meraih hasil positif.
Bojan Hodak menegaskan bahwa pertahanan yang kuat menjadi kunci keberhasilan tim. “Serangan bisa memenangkan pertandingan, tapi pertahanan bisa memenangkan gelar juara,” ujarnya. Kombinasi pemain lokal dan asing di lini belakang, termasuk Julio Cesar, Patricio Matricardi, dan Federico Barba, membuat area pertahanan sulit ditembus lawan.
Selain itu, catatan impresif Persib di kandang menjadi modal penting. Hanya satu gol yang bersarang di gawang mereka sepanjang paruh musim di markas sendiri. Soliditas ini membangun kepercayaan diri tim untuk menghadapi putaran kedua kompetisi.
Baca Juga: Persita Tangerang Bangkit di Paruh Pertama BRI Super League
Evaluasi dan Pembenahan Strategi

Tekanan dari suporter Bobotoh yang kritis di media sosial mendorong Persib melakukan evaluasi menyeluruh. Tim fokus pada organisasi permainan, keseimbangan antar lini, serta chemistry antara pemain lokal dan asing. Perubahan ini terlihat dalam konsistensi performa di pekan-pekan terakhir putaran pertama.
Peran pelatih Bojan Hodak sangat krusial. Ia mampu membaca kelemahan tim dan mengimplementasikan strategi yang tepat, mulai dari pengaturan lini pertahanan hingga koordinasi serangan. Pendekatan yang sistematis ini membuat Persib kembali berada di jalur kemenangan dan menatap putaran kedua dengan percaya diri tinggi.
Pembenahan taktik juga membantu meningkatkan efektivitas lini tengah dan serangan, sehingga tim mampu meraih kemenangan tipis namun penting, seperti ketika mengalahkan Persija Jakarta. Momentum ini membuktikan bahwa evaluasi yang matang mampu mengubah tekanan menjadi motivasi.
Modal Kuat untuk Putaran Kedua
Dengan posisi puncak klasemen, Persib Bandung memiliki modal besar untuk mempertahankan peluang meraih gelar liga ketiga secara beruntun. Soliditas lini pertahanan, performa impresif di kandang, dan konsistensi pemain kunci menjadi kekuatan utama tim.
Bojan Hodak menekankan bahwa menjaga ritme permainan dan konsistensi di putaran kedua akan menentukan peluang juara. Tim juga perlu menjaga fokus dan mengantisipasi strategi lawan yang pasti lebih menargetkan Maung Bandung sebagai tim yang harus dikalahkan.
Persib kini menatap putaran kedua dengan optimisme tinggi. Dengan pondasi pertahanan yang kokoh dan evaluasi strategi yang matang, Maung Bandung berpeluang menorehkan sejarah baru di BRI Super League musim 2025/2026. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di liga1indonesia.id.